Lompat ke konten
Home » Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

  • oleh

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan – Hutan lindung adalah kawasan yang ditetapkan untuk dilindungi oleh negara atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Hutan lindung atau hutan lindung memiliki fungsi ekologis, terutama sebagai sumber air dan kesuburan tanah. Bahwa hutan lindung memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sekitar hutan lindung. Hutan didefinisikan oleh UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, yang mengatur:

“Hutan lindung adalah kawasan hutan yang fungsi utamanya melindungi sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa hutan lindung yang diperuntukkan di daerah hulu sungai (daerah pegunungan) memiliki DAS yang sangat besar peranannya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, untuk tumbuhan dan hewan. Selain itu, terdapat hutan berupa mangrove di tepi pantai yang berperan sangat besar dalam menjaga erosi pantai.

Ilmuwan: Hutan Yang Asri Adalah Solusi Atasi Kemiskinan

Sudah menjadi kewajiban agar hutan lindung selalu diperhatikan dan dipelihara sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh pemerintah. Hutan lindung sering digunakan secara bergantian dengan kawasan lindung dan kawasan lindung pada umumnya. Kawasan lindung, atau yang biasa disebut kawasan lindung, biasanya merujuk pada kawasan yang diperuntukkan bagi perlindungan kekayaan hayati, seperti cagar alam dan kawasan lindung alam, sebagaimana diatur dalam UU No. 5/1990. Karena itu, fungsinya jelas berbeda dengan hutan lindung.

Sedangkan kawasan lindung memiliki arti yang lebih luas dimana termasuk hutan lindung. Keputusan Presiden no. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung menetapkan: “Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama perlindungan lingkungan hidup, yang meliputi sumber daya alam, sumber daya buatan, dan nilai sejarah dan budaya bangsa untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan” . yang meliputi hutan (kawasan) lindung sebagai: kawasan hutan yang memiliki ciri khas yang mampu memberikan perlindungan terhadap kawasan sekitarnya dan bawahannya sebagai pengatur tata air, pencegahan banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah”. Kawasan hutan lindung memisahkannya dari bentuk kawasan pesisir, sempadan sungai dan waduk, danau dan mata air. Peraturan terkait lainnya adalah Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1990 tentang pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, yang meliputi perlindungan sistem penyangga kehidupan. Dari berbagai sumber/(Pit-YP).), yang setara dengan kehilangan luas hutan lapangan sepak bola setiap 6 detik sepanjang tahun. Data tersebut dipublikasikan oleh University of Maryland (UMD) dan dipublikasikan di platform Global Forest Watch (GFW).

Sejak diluncurkan pada tahun 2014, misi utama GFW adalah mendorong terbukanya data dan informasi ilmiah terkait hutan dunia untuk melindungi hutan dan menghentikan deforestasi. Menyadari bahwa setiap negara memiliki metode dan definisi yang berbeda, GFW menggunakan metode dan definisi yang memungkinkan pengguna menghitung dan membandingkan kehilangan pohon dan kehilangan tutupan hutan di berbagai negara secara konsisten.

READ  Bedak Padat Yang Cocok Untuk Kulit Berjerawat

Oleh karena itu, metode dan definisi yang digunakan bersifat universal dan berdasarkan prinsip-prinsip penelitian ilmiah. GFW menggunakan data dan metode yang dihasilkan oleh tim peneliti UMD.

Pengertian Hutan Lindung Adalah

Kehadiran berbagai platform data yang terbuka dan independen, seperti GFW dan Forest Atlas, melengkapi berbagai data yang ada. Keterbukaan data dan informasi membuka ruang bagi semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat untuk berdiskusi dan menghasilkan informasi yang lebih baik lagi. Informasi yang lebih baik diharapkan dapat menghasilkan kebijakan pengelolaan hutan yang lebih baik.

Faktanya, setiap studi ilmiah di bidang kehutanan dapat mengembangkan definisi hutan dan menerapkan metode penghitungan deforestasi yang berbeda. Setiap metode tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain definisi hutan, definisi deforestasi, unit pemetaan, periode pemantauan, dll. Dengan metode yang berbeda tentunya data yang dihasilkan akan berbeda pula. Perbedaan metodologi ini biasa terjadi dalam diskusi akademik untuk terus membuka ruang diskusi dan perbaikan metode.

Atau hutan primer lembab tropis, berdasarkan hasil studi UMD yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah oleh Margono et al. (2014) dan Turubanova et al. (2018). Menurut dua penelitian, hutan primer didefinisikan sebagai hutan alam tropis lembab dewasa yang belum sepenuhnya dibuka dan digantikan oleh jenis tutupan lahan jangka panjang lainnya. Dalam kedua studi tersebut, hutan primer dibagi menjadi dua tipe: hutan primer utuh dan hutan primer utuh.

Untuk hutan primer utuh, Turubanova et al. (2018) mendefinisikannya sebagai blok kawasan hutan yang luas, berdekatan satu sama lain, tidak tersentuh aktivitas manusia, dan dengan luas minimal 50.000 hektar.

Berkenalan Dengan 7 Hutan Tertua Di Dunia

Sedangkan hutan primer utuh didefinisikan sebagai bagian-bagian kawasan hutan yang lebih kecil dan kawasan hutan yang lebih dekat dan terbuka terhadap aktivitas manusia dan berbagai gangguan lainnya. Gangguan – termasuk pembangunan jalan, penebangan intensif dan kebakaran – terdeteksi pada resolusi spasial 30 meter (0,09 ha).

Definisi “hutan primer” oleh Turubanov et al. (2018) yang digunakan oleh UMD dan dirujuk oleh GFW berbeda dengan definisi “hutan primer” dari kementerian Indonesia.

Sedangkan pengertian “hutan primer” yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hanya mengacu pada hutan alam yang masih utuh. Definisi ini merupakan bagian dari terminologi umum “hutan alam” yang terdiri dari “hutan primer” dan “hutan sekunder”, dimana “hutan primer” adalah hutan alam utuh dan “hutan sekunder” adalah hutan alam utuh yang telah menunjukkan tanda-tanda. memotong atau macet. .

READ  Urutan Planet Terbesar Sampai Terkecil

Oleh karena itu, yang dimaksud UMD dengan “hutan primer” lebih dekat dengan istilah “hutan alam” sebagaimana didefinisikan oleh KLHK.

Menyelamatkan Hutan Alam

Hasil perbandingan spasial data “hutan primer” dari kajian UMD dalam jurnal Margono et al. (2014) dan data ‘hutan alam’ Kementerian Ekonomi oleh tim

(FREL) KLHK menunjukkan bahwa data “hutan primer” UMD dan data “hutan alam” KLHK memiliki kemiripan hingga 90 persen dengan tingkat kesalahan statistik yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa data UMD “hutan primer”, berdasarkan studi Margono et al. dan Turubanova dkk. dan direferensikan oleh GFW dapat digunakan sebagai pembanding dengan data resmi pemerintah untuk mengidentifikasi keberadaan hutan alam di Indonesia. Hasil benchmarking ini digunakan sebagai salah satu acuan dalam lampiran dokumen Forest Emission Reference Level (FREL) yang telah diverifikasi secara teknis dan diterima oleh UNFCCC pada tahun 2016 untuk digunakan sebagai acuan tingkat emisi dari sektor kehutanan. . .

Dalam Laporan Kehilangan Hutan Primer Global 2019, GFW mengacu pada definisi hutan primer yang juga memasukkan hutan alam utuh dalam perhitungan kehilangan tutupan hutan global. Dalam konteks konservasi hutan global, “hutan primer utuh” terus memainkan peran penting dalam menyimpan karbon dan menyediakan fungsi habitat yang penting, bahkan jika “hutan primer utuh” lebih terfragmentasi. Hilangnya “hutan primer utuh” juga berdampak besar. Misalnya, hilangnya “hutan primer” (baik yang masih asli maupun utuh) di Indonesia pada tahun 2019 menyebabkan 187 megaton emisi CO2, dibandingkan dengan hanya 13 megaton emisi CO2 dari hilangnya “hutan primer yang utuh”.

Saat menganalisis hilangnya tutupan hutan primer, GFW hanya mempertimbangkan kawasan hutan primer dengan tutupan pohon minimal 30%, seperti yang dijelaskan dalam studi University of Maryland yang diterbitkan di Science Magazine (Hansen et al., 2013) dan juga disebutkan dalam Permenhut no. . 14 Tahun 2004 tentang CDM A/R dan Indonesian FREL Papers (2016). Setiap kehilangan pohon (berdasarkan Hansen et al. 2013) di kawasan hutan primer dimasukkan dalam perhitungan total kehilangan hutan primer.

Manfaat Dan Pengertian Hutan Hujan Tropis Yang Perlu Diketahui

Sementara itu, KLHK mendefinisikan deforestasi sebagai hilangnya tujuh kelas hutan (termasuk hutan kering primer dan sekunder, mangrove dan rawa gambut, serta hutan tanaman) berdasarkan tutupan lahan KLHK. Peta. Peta tutupan lahan dibuat dengan interpretasi visual dari mosaik citra satelit Landsat pada peta seluas 6,25 hektar.

Perbedaan perhitungan kehilangan tutupan hutan dapat disebabkan oleh perbedaan definisi hutan, metode identifikasi tutupan hutan, dan perhitungan kehilangan hutan.

Hutan tropis basah primer didefinisikan sebagai hutan tropis lembab alami dewasa yang belum sepenuhnya dibuka atau digantikan oleh jenis tutupan jangka panjang lainnya. Hutan primer kemudian dibagi menjadi dua jenis: hutan utuh (alami) dan hutan utuh (alami). Sumber data: Turubanova, S., Potapov, P.V., Tyukavina, A. and Hansen, M.C., 2018.

READ  Skincare Dokter Yang Aman Dan Bagus

Kelas hutan mencakup tujuh kelas tutupan lahan: hutan kering primer dan sekunder, hutan gambut dan rawa primer dan sekunder, hutan mangrove primer dan sekunder dan perkebunan. Sumber: Margono, B., Usman, A.B., Budiharto, Sugardiman, R.A., 2016.

Hutan Homogen Di Desa Legokulon

Hilangnya kawasan hutan primer dengan tutupan tajuk pohon minimal 30%. Setiap kehilangan pohon (berdasarkan Hansen et al. 2013) di kawasan hutan primer dimasukkan dalam perhitungan total kehilangan hutan primer.

Bruto (kehilangan tutupan hutan tanpa memperhitungkan restorasi/reboisasi tutupan hutan); Bersih (kehilangan tutupan hutan dikurangi pertumbuhan kembali/reboisasi tutupan hutan)

Data GFW menunjukkan tren kehilangan tutupan hutan primer di Indonesia mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. Data resmi pemerintah Indonesia juga menunjukkan tren penurunan deforestasi bruto yang sama sejak 2015/2016.

Pada tahun 2019, data GFW menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan hampir 324 ribu hektar tutupan “hutan primer”, sedangkan data resmi pemerintah Indonesia mencatat deforestasi bruto (perubahan tutupan hutan secara permanen tanpa memperhitungkan pertumbuhan kembali/reboisasi hutan) sebanyak 465 ribu. hektar. Perkiraan kehilangan tutupan “hutan primer” yang dirujuk oleh GFW umumnya lebih rendah dari angka deforestasi tahunan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena luas “hutan primer” yang diukur oleh GFW relatif kecil dibandingkan dengan luas hutan diukur oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Knowledge Management Information System

Terakhir, lembaga dan lembaga yang berbeda dapat mengacu pada definisi hutan dan metodologi kehilangan hutan yang berbeda. Namun demikian, semua informasi yang dihasilkan dapat saling melengkapi dan membuka ruang bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk berdiskusi dan menghasilkan informasi yang lebih baik lagi untuk kebijakan pengelolaan hutan yang lebih baik.

Apa yang dimaksud dengan kebakaran hutan, apa yang dimaksud dengan hutan musim, apa yang dimaksud hutan homogen, apa yang dimaksud hutan tropis, apa yang dimaksud dengan hutan hujan tropis, apa yang dimaksud dengan hutan lindung, apa yang dimaksud hutan, apa yang dimaksud kebakaran hutan, apa yang dimaksud hutan lindung, apa yang dimaksud hutan wisata, apa yang dimaksud dengan hutan tropis, apa yang dimaksud dengan hutan mangrove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *