Lompat ke konten
Home » Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Tepat

Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Tepat

  • oleh
Cara Penulisan Daftar Pustaka

Cara penulisan daftar pustaka haruslah dilakukan dengan baik dan benar. Terlebih lagi jika daftar pustaka sangat penting karena berfungsi untuk menunjukkan sumber atau rujukan seorang penulis. Tak hanya itu, daftar pustaka juga berfungsi untuk membantu para pembaca agar bisa mencari tahu lebih dalam mengenai permasalahan.

Perhatikan cara penulisan daftar pustaka berikut ini

Berikut adalah cara penulisan daftar pustaka dari buku yang baik dan benar. Secara umum, beberapa hal ini harus diperhatikan:

  1. Nama

Untuk nama penulis buku wajib ditulis paling awal. Atau bisa juga dengan nama belakang atau nama keluarga si penulis. Diikuti dengan tanda koma (,). Jangan lupa, cantumkan juga nama depan dan nama tengah dari penulis buku itu sendiri.

Apabila buku yang digunakan hasil dari karya dua penulis atau lebih. Hanya penulis pertamalah yang namanya dibalik. Untuk penulis kedua atau selanjutnya, tidak perlu dibalik. Untuk tata cara menulis nama penulis kedua atau selanjutnya harus dilakukan setelah nama penulis pertama. Sesuai dengan urutan nama asli, tidak perlu diubah.

  1. Tahun terbit

Untuk penulisan tahun terbit harus ditulis setelah nama penulis dari buku. Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis tahun terbit adalah jangan terkecoh dengan angka tahun cetakan awal.

Karena buku yang digunakan sebagai daftar pustaka tersebut bisa saja hasil dari cetakan kedua, ketiga, ataupun yang paling akhir. Jadi, untuk memastikannya cari tahu melalui internet mengenai buku tersebut.

  1. Judul buku

Ketika ingin menulis daftar pustaka, tulislah judul buku dengan lengkap. Satu hal yang harus diperhatikan adalah penulisan judul buku harus dibuat format miring (italic).

Penggunaan format miring tersebut wajib saat ingin menulis daftar pustaka. Tak hanya untuk buku, format miring ini juga digunakan untuk nama surat kabar atau nama majalah yang digunakan.

  1. Kota dan nama penerbit
READ  Cara Daftar UMKM Secara Online dengan Mudah Bisa Lewat HP

Cara penulisan daftar pustaka yang benar selanjutnya adalah perhatikan nama dan kota penerbit. Untuk cara menulisnya pastikan untuk mendahului nama kota, setelah itu baru nama penerbit dengan dibatasi tanda titik dua (:).

Hal penting lain yang harus diperhatikan saat menulis kita dan nama penerbit adalah tanda batas yang digunakan tiap urutan. Saat menulis, gunakan tanda titik (.) sebagai pembatas untuk urutan nama, tahun terbit buku, judul buku, serta kita dan nama penerbit itu sendiri.

(Baca juga: 7 Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Microsoft Word)

Contoh format penulisannya

Berikut ini adalah beberapa contoh format kepenulisan daftar pustaka dari buku yang benar:

  • Daftar pustaka tanpa pengarang (anonim)

Anonim. 1994. Kancil yang Cerdik. Yogyakarta: Intermedia.

  • Daftar pustaka satu penulis

Knight, John F. 2002. Family Medical Care Volume 4. Bandung: Indonesia Publishiy House.

  • Daftar pustaka dua penulis

Nasoetion, A.H. dan Ahmad Barizi. 2000. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia

  • Daftar pustaka tiga penulis

Hermanto, Rudi, Budi Sudjarwo, dan Rangga Saleh. 2003. Bisnis dan Investasi. Yogyakarta: Laksana Putra.

  • Contoh daftar pustaka buku terjemahan

Ningsih, Ayudiah (Penerjemah). 2008. Dasar-dasar Akuntansi Keuangan Menengah. Yogyakarta: Balai Pustaka.

  • Contoh daftar pustaka dengan nama penulis sama, tetapi berbeda judul

Endraswara. 2007. Metode, Teori, dan Teknik Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

_________2012. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pelajar.

Demikianlah tata cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar dari buku. Dalam sebuah karya atau penelitian, daftar pustaka wajib ada. Bahkan jika format penulisannya salah, maka akan mengakibatkan kesalahan fatal terhadap daftar pustaka. Jadi itulah sebabnya sangat penting untuk memahami tata cara pembuatan daftar pustaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.