Lompat ke konten
Home » Data Statistik Pengguna Media Sosial Di Indonesia

Data Statistik Pengguna Media Sosial Di Indonesia

  • oleh

Data Statistik Pengguna Media Sosial Di Indonesia – Siapa yang masih merindukan sahabat? Ya, media sosial yang sempat populer di kalangan generasi muda sebelum munculnya Facebook. Membahas media sosial tentunya tidak terlepas dari nama-nama media sosial mainstream saat ini, seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, yang berbasis chat seperti WhatsApp, Line, Kakao Talk, Telegram, dll. Banyak dan banyak jenis yang berbeda. Untuk itu, mari kita ulas materi tentang fenomena perilaku masyarakat terhadap media sosial di Indonesia.

Infografis di atas menunjukkan pertumbuhan pengguna media sosial. Total pengguna mencapai 150 juta pengguna, ini berarti mayoritas menggunakan internet untuk bersosialisasi melalui media sosial. Jumlah pengguna media sosial mencapai 56% dari total penduduk Indonesia, dengan jumlah pengguna berbasis mobile mencapai 130 juta. Tidak mengherankan jika semua platform media sosial akhirnya berfokus pada pengoptimalan aplikasi mereka di perangkat seluler.

Data Statistik Pengguna Media Sosial Di Indonesia

Media sosial apa yang paling banyak digunakan di Indonesia? Yuhuu… Youtube juaranya. Pantas saja Ata Halilinter dan Rhea Risis semakin banyak penggemarnya, maaf Meemin bukan salah satunya.

Berita: Daftar Persentase Pengguna Media Sosial Di Indonesia

Jika dilihat dari jenis kelamin dan usia, terlihat bahwa mayoritas pengguna media sosial berusia antara 18-34 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Ini adalah usia yang sangat produktif.

Berikut beberapa infografis yang merinci kondisi media sosial terpopuler di Tanah Air, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram hingga YouTube.

Media sosial bukan lagi aplikasi paling populer di kalangan netizen Indonesia. Basis penggunanya terus bertambah, serta semakin banyak fitur yang dapat dinikmati pengguna secara gratis.

Tetapi persaingan di platform media sosial bisa sangat sengit. Tahun ini saja Paths Social Media yang cukup populer harus bersiap bangkrut dan menutup toko. Dilanjutkan dengan media sosial Google yaitu Google+. Apa lagi yang coba hilang dari Google? Bagaimanapun, dia masih menghadapi serangan dari platform media sosial lainnya. Juga, Snapchat dikabarkan akan dimatikan, berikan saja saya tisu.

Data E Commerce Indonesia 2022 (2 Tahun Pandemi)

Maka dari itu, pintar-pintarlah melihat peluang, jangan kalah dengan ibu-ibu yang punya prinsip: “Apapun media sosialnya, yang penting bisa jualan online.” Facebook Inc. adalah perusahaan layanan jejaring sosial yang menghubungkan penggunanya untuk meningkatkan pertemanan. Perusahaan California, AS ini pertama kali diluncurkan pada 4 Februari 2004. Artinya, media sosial Mark Zuckerberg telah melayani penggunanya selama 17 tahun.

Berawal hanya dengan memberikan akses untuk memperluas jaringan pertemanan, Facebook kini mengembangkan sederet fitur yang semakin diperbarui. Tidak hanya itu, fitur yang disediakan juga memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai informasi.

Mark Zuckerberg memiliki 2,7 miliar MAU, menjadikannya media sosial terpopuler dan paling banyak digunakan di dunia.

READ  Rute Kedatangan Bangsa Inggris Ke Indonesia

Yang populer lainnya seperti YouTube (2,3 miliar MAU), WhatsApp (2 miliar MAU) dan Instagram dengan rekor 1,2 miliar MAU.

Penggunaan Media Sosial Dapat Menurunkan Kinerja Pegawai? Benar Atau Salah?

Di Indonesia sendiri, Facebook masuk dalam 3 besar daftar media sosial yang paling sering digunakan oleh penduduk di kelompok usia 16 hingga 64 tahun.

Persentase pengguna yang mengakses Facebook mencapai 82 persen, satu tingkat di bawah WhatsApp (84 persen) dan satu tingkat di atas Instagram (79 persen).

Sejauh ini, total pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 160 juta (59 persen dari total populasi), menghabiskan rata-rata 3 jam 26 menit sehari mengakses media sosial.

Dalam laporan survei tren digital yang bekerja sama dengan YouGov, jumlah pengguna Facebook global mencapai 3,3 miliar orang pada tahun 2020, di mana 140 juta di antaranya berada di Indonesia.

Cyberbullying: Racun Sosial Media Di Indonesia

Pengguna Facebook di dunia mencapai 2,8 miliar atau 35,59 persen dari total populasi 7,87 miliar orang. Secara spesifik, benua Asia memiliki 1,12 miliar pengguna Facebook atau sekitar 26 persen dari populasi 4,3 miliar orang. Angka ini lebih tinggi dari benua lain.

Indonesia termasuk dalam 7 besar negara dengan pengguna Facebook terbanyak di dunia. Per kuartal II 2021, pengguna Facebook di Indonesia mencapai 176,5 juta, meningkat 1,2 juta pengguna dari kuartal I 2021 (175,3 juta).

Angka tersebut setara dengan 63,4 persen dari total populasi yang mencapai 276,36 juta orang (perkiraan 2021) atau 76,8 persen pengguna internet tanah air.

Peringkat pertama ditempati oleh India dengan 416,6 juta pengguna, meningkat 13,3 juta pengguna dari kuartal sebelumnya (403,3 juta). Angka tersebut setara dengan 29,9 persen dari total populasi yang mencapai 1,39 miliar orang (estimasi 2021) atau 54,2 persen pengguna internet di India.

Pengguna Smartphone Di Indonesia Rakus Konsumsi Data

Tiga negara dari Amerika Utara dan Selatan masuk dalam daftar, kedua (AS), keempat (Brasil), dan keenam (Meksiko). Masing-masing negara tersebut memiliki pengguna terdaftar sebanyak 256,2 juta, 139,9 juta, dan 78,8 juta.

Kemudian dua negara Asia Tenggara lainnya juga masuk dalam daftar tersebut, dengan Filipina di urutan ke-6 dengan 91,1 juta pengguna, meningkat 2 juta pengguna dari kuartal sebelumnya (89,1 juta).

Kemudian Vietnam menempati urutan ke-7 dengan 75,9 juta pengguna, meningkat 1,1 juta pengguna dari kuartal sebelumnya (74,8 juta). Angka tersebut setara dengan 77,4 persen penduduk Vietnam yang mencapai 98,1 juta jiwa.

Country Director Facebook Indonesia Peter Lydian mengatakan, peningkatan jumlah pengguna Facebook karena pandemi Covid-19. Peningkatan pengguna ini tidak hanya di Indonesia, negara lain juga mengalami hal yang sama.

Infografis Diet Media Sosial !

“Dalam 12 bulan ke depan, 88 persen orang dalam kelompok menyatakan akan terus terlibat dalam komunitas, atau bahkan lebih sering lagi,” pungkas Peter.

READ  Aplikasi Chat Yang Banyak Dipakai Orang Korea

Jika dilihat dari demografi pengguna, secara global, kelompok usia 18-34 tahun untuk wanita dan 25-34 tahun untuk pria memiliki jumlah pengguna Facebook terbanyak. Di Indonesia, pengguna Facebook masih didominasi oleh anak muda tepatnya generasi Z dan generasi milenial.

Hal itu tercermin dari laporan yang diperoleh Statista periode April 2021, di mana 33,6 persen pengguna Facebook di Tanah Air berada di kelompok usia 25-34 tahun, sedangkan 30,2 persen berada di rentang usia 18-24.

Sisanya 14,3 persen berusia 35–44 tahun, 11,2 persen berusia 13–17 tahun, 5,8 persen berusia 45–54 tahun, 25 persen berusia di atas 64 tahun, dan yang termuda berusia 55–64 tahun, dengan 1,7 persen. .

Waktu Terbaik Untuk Membuat Postingan Di Media Sosial

Jika Anda tertarik untuk membaca lebih banyak tulisan IIP M Aditya, silakan klik tautan IIP M ini. Arsip Artikel Aditya.

Terima kasih telah melaporkan penyalahgunaan yang melanggar aturan atau praktik tertulis di GNFI. Kami terus berusaha untuk menjaga agar GNFI tetap bersih dari konten yang tidak termasuk di sini. Berdasarkan survei yang dilakukan Catadata Insight Center (KIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagian besar warga kerap mencari informasi di media sosial.

Diproduksi oleh Katadata Insight Center (KIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memilih untuk mendapatkan informasi di media sosial ketimbang media lainnya.

Survei menunjukkan bahwa 73% responden mencari informasi sebagian besar di media sosial. Persentase responden yang memiliki kebiasaan ini tidak jauh berbeda dengan hasil survei tahun lalu seperti terlihat pada grafik.

Seberapa Besar

Berdasarkan survei VIF, hanya 22,4% responden yang menilai media sosial sebagai sumber informasi paling terpercaya. Orang sebenarnya lebih mempercayai informasi dari TV, dengan pangsa 47% responden.

Media sosial seringkali menjadi alat untuk menyebarkan kebohongan. Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dan membiasakan diri menyaring setiap informasi yang disampaikan.

Media sosial yang paling banyak diakses adalah WhatsApp (95,9%), Facebook (80,4%), YouTube (72,2%), Instagram (46,4%), TikTok (29,8%), Telegram (15,9%), Twitter (8,9%) dan lainnya. baris (4,5%).

Survei ini melibatkan 10 ribu responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Responden dipilih secara acak dengan kriteria berusia 13–70 tahun dan memiliki akses internet dalam 3 bulan terakhir.

Media Sosial Yang Paling Banyak Digunakan Di Indonesia 2022

Gempa Terbaru Informasi Gempa Hari Ini 22 November 2022, BMKG: Kota Sukabumi Bergetar 4,2 di Laut Skala Richter M, Populasi Berpotensi Tsunami 22/11/2022, 23:12 WIB

BMKG: Gempa Baru Cianjur Timur Laut 2,8 Skala Richter M, Tak Mungkin Tsunami Penduduk 22/11/2022, 20:40 WIB

READ  What Is An Enterprise Software

10 Provinsi dengan Harga Gula Premium Termahal (Senin 21 November 2022) Ekonomi dan Makro 22/11/2022, 19:34 WIBR Warga yang tergabung dalam Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Perlihatkan Aplikasi Alat Buster Hoax Saat Kampanye Anti Fraud On Car Free Day di Jalan Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/2). Aplikasi berbasis Android yang dapat diunduh dari Google Play Store, sebuah inovasi dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), berperan sebagai penyaring informasi faktual atau yang meragukan serta berperan dalam menekan penyebaran yang meluas. Informasi yang bersifat penipuan atau yang tidak jelas kebenarannya. – (antara gambar)

, JAKARTA – Munculnya informasi yang tidak jelas sumber kebenaran atau kebohongannya telah menimbulkan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Diperlukan sikap dan kepedulian yang sama untuk mencegah penyebaran konten negatif dan menggunakan Internet secara lebih hati-hati dan bijaksana.

Penetrasi Internet Di Bali Paling Tinggi

Menteri Ilmu Komunikasi dan Informatika (M) Rudiantara, sering mengatakan bahwa upaya memerangi konten negatif harus dilakukan melalui peran semua pihak, yakni masyarakat, akademisi, pemerintah dan tentunya media.

Upaya untuk memerangi proliferasi dan penyebaran konten negatif di Internet dibentuk oleh gerakan literasi digital. Ekspansi masyarakat terhadap penggunaan internet secara positif terus meningkat.

Kem didukung untuk meningkatkan sosialisasi keterampilan digital kepada masyarakat agar program terasa lebih efektif. Dengan demikian, nantinya masing-masing pihak dapat menetapkan standar literasi digital.

Pengesahan dari Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Henry Kasifi Sormartono. Menurut Henry, masyarakat masih perlu disampaikan kementerian untuk memahami pentingnya keterampilan digital agar bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ini Konten Favorit Warganet Indonesia

Henry percaya bahwa masih banyak orang yang percaya bahwa literasi digital berarti memiliki internet dan menggunakannya secara positif.

Sementara itu, dalam konteks upaya meredam konten internet tanpa semu kebenaran atau disebut juga penipuan, Henry menyarankan agar selain melakukan penyederhanaan hasil keterampilan digital kementerian, juga bisa dibentuk badan informasi independen.

Organisasi itu, kata Henry, bisa menjadi wadah untuk memvalidasi masyarakat

Data statistik pengguna e commerce di indonesia, perkembangan media sosial di indonesia, media sosial di indonesia, data pengguna media sosial, statistik pengguna media sosial, pengguna sosial media di indonesia, aplikasi sosial media paling banyak pengguna, aplikasi sosial media pengguna terbanyak, pengguna media sosial di dunia, data pengguna media sosial di indonesia, sosial media populer di indonesia, data pengguna media sosial di indonesia 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *