Lompat ke konten
Home » Doa Duduk Diantara Dua Sujud

Doa Duduk Diantara Dua Sujud

  • oleh

Doa Duduk Diantara Dua Sujud – – Inilah pendapat Ustadz Abdullah Al-Jirani tentang duduk salat di antara dua sijid yang dianggap sesat oleh Wahhabi Indonesia.

Dalam buku berjudul “Panduan Doa Lengkap” yang ditulis oleh Dr. ayah Rifai rahimahullah, halaman 44 (edisi 54 tahun 2016) mengatakan bahwa ketika berada di antara dua sijjid, maka sunnah berdoa dengan kata-kata berikut:

Doa Duduk Diantara Dua Sujud

“Rabbighfirlii, varhamnii, vajburnii, varfa’nii, varzuknii, vahdinii, va ‘aafinii, va’fu ‘annii. (Ya Tuhan! Ampuni aku, kasihanilah aku, penuhi semua kesalahanku, naikkan derajatku, beri aku rezeki, beri aku hidayah, beri aku kesehatan, maafkan aku).

Bacaan Duduk Diantara Dua Sujud Dalam Sholat

Pengucapan doa di atas (kecuali pengucapan kata “va’fu ‘annii”) merupakan gabungan dari beberapa cerita. Diriwayatkan oleh Abu Dawud No. (850), Ibnu Majah No. (898), At-Tirmidzi No. (284), At-Thabrani dalam Ad-Du’a’ no (614) dan lain-lain dari Sahabat Ibnu Abbas. Semoga Tuhan berkenan kepadanya. Ada kata ganti tambahan dari setiap cerita yang sesuai dengan urutan yang sedikit berbeda.

Adapun lafal terakhir, yang disebut “wa’fu ‘annii”, sebagian kalangan menganggap lafal ini bermasalah. Menurut mereka, kata-kata ini tidak memiliki asal usul dan tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits.

Kami (penulis) mengatakan bahwa jika yang dia maksud dengan kata ini tidak terdapat dalam kitab-kitab hadits yang ta’iin (khususnya) dalam shalat di antara dua sujud, maka boleh jadi itu benar. Setahu kami, nama-nama tersebut tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits. Namun jika yang dimaksud tidak ditemukan secara mutlak, maka menurut kami tidak benar. Karena kata-kata tersebut terdapat dalam kisah untuk diganti dengan membaca Al-Qur’an bagi yang tidak mampu membacanya, yang kisahnya dikembalikan kepada yang membacanya.

Hal ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bayhaka dalam “As-Sunan Al-Kubra” No. (3979) dari sahabatnya Ibnu Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan: “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi (  Wahai Rasulullah! Kemudian Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menjawab, “Subhanallah, segala puji bagi Allah, wa laa ilaaha illallahu, wallahu akbar, laa haula walaa quwwata illaa billah.” Pria itu pergi dan kemudian kembali dan berkata, “Semua doa-doa itu untuk Tuhanku, siapakah itu?” dariku? Maka Nabi bersabda:

Jual Hiasan Dinding Islami

“Allahummaghfirlii, varhamnii, vahdinii, varzuknii, va ‘afinii, va’ fu’annii.” (Ya Tuhan! Maafkan aku! Maafkan aku! Kasihanilah aku, bimbing aku, beri aku rezeki, beri aku kesehatan, maafkan aku. “Maka ketika orang itu pergi, Nabi, semoga doa dan damai Allah besertanya, berkata, “Sesungguhnya laki-laki itu, tangannya penuh dengan hal-hal yang baik.

Penambahan kata “wa’fu ‘annii” dalam doa-doa di antara kedua sijid tersebut merupakan tambahan pernyataan ijtihad Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihi Ulumuddin (1/155). Ada bukti tambahan darinya? Ya mereka ada. Kelompok imam Al-Ghazali yang mencapai mujtahid berpikir tanpa bukti? Ini adalah sesuatu yang mustahil.

READ  Which Is Best Internet Provider

Jadi apa argumennya untuk masalah ini? Ada beberapa cara. Kemungkinan pertama istihsan diikuti dengan qiyas (kemiripan) dengan kisah Ibnu Abi Awfa karena memiliki menisab (kecukupan). Jika ada yang bertanya, bukankah mazhab Syafi’i menolak dalil istihsan? Jawab: Memang benar, tetapi yang ditolak adalah istihsan jika berdiri sendiri. Jika istihsan disertai qiyas atau dalil, maka digunakan. Kemungkinan lain adalah mereka menganggap boleh merubah shalat baru selama isinya tidak bertentangan dengan shalat yang diturunkan Nabi berdasarkan kisah Rifa’ah bin Rafi’ yang kami sebutkan kemudian.

(قايلا رب رب واجيبررحمني واجبرني والرفعني وارزوقي واحدني وافني)

Bacaan Apa Yang Dibaca Ketika Duduk Diantara Dua Sujud Sahwi​

“Seseorang yang duduk di antara dua sijid sesuai dengan shalat: ((Rabbighfirlii, varhamnii, vajburnii, varfa’nii, varzuknii, vahdinii, va ‘aafinii)), dalam ittib’ (mengikuti sunnah Nabi). secara keseluruhan dan rantai benar. (Imam Al-Ghazali) menambahkan kalimat “wa’fu ‘annii” pada kitab Ihia.” (Tuhfatul Muhtaj: 2/77).

Selain mereformasi shalat di antara dua sijjad, para Salafi juga melakukan hal tersebut, hingga reformasi tersebut tidak benar-benar mencontoh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Diantaranya adalah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Ummu Salamah radiallahu ‘anha, sebagaimana dikatakan Imam Abu Bakar Ibnu Abi Shaibah (wafat 235 H) ketika sedang duduk di antara dua sijid dan shalat;

Doa antara dua sijd dengan kata-kata seperti itu bukanlah contoh bagi Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Namun, itu dilakukan oleh Ummu Salamah. Tidak mungkin sekelompok istri Nabi akan mengucapkan kata-kata doa, terutama dalam doa, kecuali mereka mendapat dukungan dari Nabi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam cerita lain dari seorang sahabat Rifa’ah bin Rafi’, dia pernah berkata “hamdallah” ketika bersin sambil berdoa di belakang Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ketika mengetahuinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkarinya (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasai). Dari sini, Hafid Ibnu Hajar Al-Asqalani, semoga Allah merahmatinya, berkata:

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

“(Hadits ini) digunakan sebagai dalil bahwa boleh dilakukan dzikir baru dalam shalat yang tidak maksur (bukan dari Nabi) jika tidak bertentangan dengan maksur.” (Fathul Bari: 2/287).

Yang membolehkan penambahan pembaharuan shalat di antara dua sijid sekalipun itu bukan maksur (yang dicontohkan) dari Nabi, bukan hanya dari ulama mazhab Syafi’i, tapi bahkan dari ulama Salafi, Syekh bin Baz , semoga Allah merahmatinya. Dia (Syekh Bun Baz) berkata:

Dan dia berkata: “Tuhan, maafkan aku! Tuhan, maafkan aku, Tuhan, maafkan aku sebagai Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, biasa berkata, seperti yang biasa dikatakan Nabi (saw) dan didorong untuk mengatakan : “Tuhan, ampuni aku, kasihanilah aku dan ampunilah aku. dan beri aku dan maafkan aku, untuk memastikan bahwa ada kedamaian dengannya, dan jika dia banyak bicara, tidak ada masalah”. Dia berkata: “Semoga Tuhan mengampuni saya dan mengampuni orang tua saya, semoga Tuhan memasukkan saya ke surga.” dan selamatkan aku dari neraka.

READ  How To Get Free Hosting

“Dan seseorang yang duduk di antara dua sijd membaca doa: (Rabbighfir lii, rabbighfir lii, rabbighfir lii), seperti yang dikatakan Rasulullah (swt). Dan dianjurkan agar kita membaca doa ini bersama-sama: (Allahummaghfir lii, varhamnii, vahdinii, vajburnii, varzuknii, va ‘aafinii), karena doa ini masih darinya, semoga Allah memberkati dan mendamaikannya. Dan ketika seseorang membaca LEBIH BANYAK/TAMBAH lebih dari itu, TANPA ALASAN (DIA BISA), seperti: (Allahumaghfir lii, va livalidaiia, allahumma adkhilniljanah, va anjinii minnaar, allahumma ashlih kalbii va amalii), dan seterusnya. (Majmu Fatawa Syekh bin Baz: 37/11).

Kandungan Doa Ketika Duduk Di Antara Dua Sujud

Selain revisi doa yang disebutkan Syekh bin Baz (Allahumaghfir lii, wa livalidaiia, allahumma adkhilniljanah, wa anjinii minnaar, allahumma ashlih kalbii wa amalii), tidak ada contoh dari Nabi. Namun, dia mengizinkannya dan tidak melihatnya sebagai bid’ah.

Ada seorang ulama salafi, Syekh Abdullah bin Syekh Muhammad, semoga Allah merahmatinya, yang dengan tegas dan jelas membolehkan penyebutan “wa’fu ‘annii”. Dia berkata:

“Ketika seseorang berada di antara dua sujud, dia harus membaca: Rabbighfirlii, varhamnii, vahdinii, varzuknii, va’aafinii, va’fu ‘annii.” (Ad-Durar As-Saniiah: 4/299).

Terakhir, penambahan kata “Wa’fu ‘annii” pada shalat sambil duduk di antara dua sijid yang terdapat dalam kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i yang dipraktikkan oleh umat Islam, khususnya di Indonesia, didukung dengan dalil-dalil, kaidah-kaidah. menyelinap masuk, dan diperintahkan oleh ulama mujtahid. Oleh karena itu, kita semua harus sangat berhati-hati ketika menyalahkan suatu praktik dan bukan atas dasar ketidaktahuan kita. Jika tidak tahu jawabannya adalah bertanya dan belajarlah sopan santun. Wallahu a’lam bish shawab.

Dahsyatnya Doa “duduk Diantara Dua Sujud”

Buku sebelah kiri sangat penting untuk belajar bersuci dan shalat menurut mazhab siafi’i. Adapun meme di sebelah kanan, berhati-hatilah meskipun disajikan dengan nama “ittiba”. Karena meme mengkritik perilaku yang terjadi di antara orang-orang berdasarkan ketidaktahuan saja. Allah musta’an.

Gempa tersebut terjadi pada Senin, 21 November 2022. Hingga berita ini diturunkan, Selasa 22/11, tertulis korban meninggal dunia…

Dalam Al Qur’an, Anda menjelaskan bahwa orang beriman akan masuk surga. Di surga, dia akan menerima pahala yang besar atas perbuatan baiknya …

Beruntung bagi kita umat Islam, ada amalan dan kitab suci yang bisa mendoakan kita di hari akhir…

Bacaan Duduk Di Antara Dua Sujud Yang Benar Beserta Artinya

Saya akan bercerita tentang sebuah hadits yang saya yakin akan sangat bermanfaat bagi para sahabat yang memelihara Al-Qur’an.

Sudah menjadi tradisi di kalangan umat Islam, ketika ada anggota keluarga atau kerabat yang meninggal dunia, mereka selalu…

Wanita, puteri dan anak-anak di pesantren di Indonesia sering memakai jilbab dan pakaian tertutup, tetapi membolehkan …

Ada berbagai jenis radikalisme. Salah satunya sangat gemuk. Setiap agama memiliki kelompok tetap, meskipun ada beberapa di kelompok ini …

READ  How To Remove Ads On Android

Berdasarkan Tarjih Muhammadiyah

Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling dicintai orang Indonesia. Bagaimanapun Surat Yasin itu sama dengan bacaan… Seperti yang kita ketahui bahwa banyak bacaan doa yang mengandung doa, karena arti doa itu sendiri adalah doa, dan salah satunya adalah bacaan ketika kita berada di antara dua sajdah.

Duduk di antara kedua sijid ini merupakan salah satu rukun shalat, artinya jika kita tidak melakukannya maka shalat kita tidak sah.

Tapi sunnahnya membacakan doa untuk diri sendiri, jadi kalaupun ada yang membacanya itu sah-sah saja, rugi saja karena tidak mendapatkan manfaat dari shalat tersebut.

Itulah mengapa lebih baik membaca doa di antara dua sujid, setelah setiap doa pendek, beberapa di antaranya hanya memiliki dua kalimat, mereka meminta pengampunan dari Tuhan di dalamnya.

Do’a Duduk Di Antara Dua Sujud Seri Pertama

Dan Nabi, saw, mengatakan bahwa di tengah Sujida dalam doa Tuhan: “Tuhan, maafkan aku, kasihanilah aku, dan khotbahkan kepadaku, berikan aku apa yang aku butuhkan dan gendong aku.”

“Berkali-kali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di antara dua sujud pada waktu sholat malam, akan mengulang: “Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warzuknii, warfa’nii” (yang artinya: “Ya Allah ampunilah saya, kasihanilah saya, saya sudah cukup, beri saya makan dan naikkan posisi saya)” [HR. Ibnu Majah nomor 740, dibenarkan oleh Al Albani dalam Sahih Ibnu Majah] . √ Doa Tuhan yang kedua

ان النب صلى الله عليه وسلم berkata di tengah sijjid: “Semoga Tuhan mengampuni saya dan membimbing saya dan mengasihani kebutuhan saya dan mengasihani saya.

“Berkali-kali ketika Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, duduk di antara dua sujud, dia membaca: Allahummaghfirli varahmnii, waiburnii, vahdini, warzuknii (yang artinya: “Ya Allah, maafkan aku, kasihanilah aku, cukuplah aku . Beri aku bimbingan dan beri aku dukungan). [SDM. Di Tirmidzi no. 284, dibenarkan oleh Al Albani dalam Sahih At Tirmidzi] √ Doa Allah yang ketiga

Contoh Bacaan Waktu Duduk Diantara Dua Sujud 2022

Cara duduk diantara dua sujud, duduk diantara dua sujud bacaan, doa duduk diantara dua sujud akhir, surah duduk diantara dua sujud, arti duduk diantara dua sujud, duduk diantara dua sujud, doa duduk diantara dua sujud dan terjemahannya, duduk diantara dua sujud latin, duduk diantara dua sujud perempuan, niat duduk diantara dua sujud, posisi duduk diantara dua sujud, doa duduk diantara dua sujud bahasa indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *