Lompat ke konten
Home » Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar

  • oleh

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar – Sebelum membahas pengertian keberhasilan belajar, terlebih dahulu peneliti akan membahas pengertian belajar. Konsep pembelajaran menurut UNESCO mensyaratkan agar setiap satuan pendidikan dapat mengembangkan empat pilar pendidikan baik pada masa kini maupun masa yang akan datang, yaitu: (1) learning to know, (2) learning to do (belajar melakukan sesuatu) dalam artian dari istilah. Dalam kaitan ini, siswa diharapkan pandai melakukan sesuatu, (3) belajar menjadi (belajar menjadi seseorang), dan (4) belajar hidup bersama.

Bambang Warsita (2008:62), belajar selalu dikaitkan dengan usaha atau proses mengubah tingkah laku seseorang sebagai hasil interaksi siswa dengan berbagai sumber belajar di sekitarnya. Perubahan perilaku tersebut meliputi perubahan pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), sikap (afektif) dan nilai (values).

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (1989:5) bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan perubahan dalam diri seseorang. Perubahan akibat proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku, keterampilan, kemampuan, kebiasaan serta perubahan aspek lain yang ada pada diri individu yang sedang belajar.

Pdf) Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Masyarakat Bajo

Sedangkan belajar menurut Muhibbin Syah (2002:68) adalah suatu tahapan perubahan pada seluruh perilaku individu yang relatif terbentuk sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses mengubah tingkah laku seseorang yang semula tidak tahu menjadi tahu, yang semula tidak memiliki keterampilan menjadi memiliki keterampilan, dan yang semula tidak dapat berbuat apa-apa. untuk dapat melakukan sesuatu yang semuanya merupakan hasil dari pengalaman atau interaksi dengan lingkungan yang dilakukan dengan sengaja. Dengan demikian, perubahan yang terjadi pada siswa akibat proses belajar mengajar merupakan hasil belajar atau dengan kata lain hasil belajar.

Sejalan dengan itu, Ditjen Pembinaan Lembaga Keagamaan Islam (2001: 26) mengatakan bahwa keberhasilan belajar dapat diukur dengan perubahan, karena keberhasilan suatu program pembelajaran dapat diukur berdasarkan perbedaan cara berpikir, perasaan dan sikap sebelumnya. akting. dan bertindak setelah memiliki pengalaman belajar untuk menghadapi situasi yang menantang.

Selanjutnya Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006:105) mengatakan bahwa suatu proses belajar mengajar mengenai suatu bahan ajar dapat dikatakan berhasil jika Tujuan Pembelajaran Khusus (TSO) dapat dicapai oleh siswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan belajar adalah usaha keterampilan atau pengalaman pelatihan berupa perubahan perilaku yang mengandung pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), sikap (afektif) dan nilai (nilai) konstruktif.

READ  Makanan Atau Minuman Yang Bisa Menggagalkan Kehamilan

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Bengkel

Keberhasilan belajar adalah kinerja siswa yang dicapai dalam proses belajar mengajar. Untuk menentukan keberhasilan pembelajaran ada beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai petunjuk bahwa proses belajar mengajar dinilai berhasil atau tidak.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006:106) mengemukakan bahwa indikator keberhasilan belajar meliputi: (1) penyerapan bahan ajar yang diajarkan untuk mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun kelompok, dan (2) perilaku yang terjadi dalam pengajaran/pengajaran tertentu. tujuan diuraikan. (ICT) dicapai oleh siswa baik secara individu maupun kelompok.

Lebih lanjut Zaenal Arifin (2009:298) menyatakan bahwa indikator keberhasilan belajar dapat dilihat dari berbagai macam tindakan atau pembentukan perilaku siswa. Jenis tingkah laku tersebut antara lain: (1) kebiasaan, yaitu cara bertindak yang dimiliki siswa dan diperoleh melalui pembelajaran, (2) keterampilan, yaitu tindakan atau tingkah laku yang terjadi sebagai hasil aktivitas otot dan digerakkan serta dikoordinasikan oleh sistem. syaraf, (3) kumpulan persepsi, yaitu perbedaan persepsi yang diperoleh siswa melalui pembelajaran, seperti identifikasi lambang, angka dan makna, (4) asosiasi dan hafalan, yaitu kumpulan ingatan tentang sesuatu seperti akibat. penguatan oleh asosiasi, baik disengaja atau alami asosiasi atau imitasi sosial, (5) pemahaman dan konsep, yaitu jenis hasil belajar yang diperoleh melalui kegiatan belajar rasional, (6) sikap yaitu. pemahaman, perasaan dan kecenderungan perilaku pada diri siswa terhadap sesuatu. , (7) nilai, yaitu kriteria untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan (8) akhlak dan agama, akhlak adalah penerapan nilai-nilai yang berkaitan dengan kebaikan. kehidupan manusia, sedangkan agama adalah penerapan nilai-nilai transendental dan supranatural (konsep ketuhanan dan keimanan).

Berdasarkan uraian di atas, maka indikator keberhasilan belajar siswa dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menyerap bahan ajar yang diajarkan dan dari tindakan atau perilaku yang dituangkan dalam tujuan pembelajaran yang dicapai siswa, baik secara individu maupun kelompok.

Indikator Keberhasilan Pembelajaran

Mengukur dan menilai tingkat keberhasilan belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan tes prestasi belajar (Djamarah, 2006:106). Tes adalah teknik atau cara yang digunakan untuk melakukan kegiatan pengukuran, dimana terdapat beberapa pertanyaan, pernyataan atau rangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh siswa dalam rangka mengukur aspek perilaku siswa (Arifin, 2009:118).

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006:106) berpendapat bahwa tes prestasi belajar yang dapat dijadikan penilaian keberhasilan siswa adalah: (1) tes formatif, (2) tes subsumatif dan (3) tes sumatif. Tes prestasi belajar secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:

READ  Cara Menyimpan File Ke Google Drive Di Laptop

Sebuah. Tes formatif merupakan kegiatan penilaian yang bertujuan untuk memperoleh umpan balik, yang selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang sedang atau sedang dilaksanakan. Oleh karena itu penilaian formatif tidak hanya berupa tes tertulis dan dilaksanakan hanya pada setiap akhir pelajaran, tetapi dapat juga berupa pertanyaan lisan atau tugas yang diakhiri selama pelajaran atau setelah pelajaran.

B. Tes subsumatif merupakan penilaian yang mencakup sejumlah bahan ajar yang telah diajarkan pada waktu tertentu. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran tentang daya serap siswa untuk meningkatkan tingkat prestasi siswa. Hasil tes subsumatif ini digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan menjadi pertimbangan dalam menentukan nilai rapor.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Mahasiswa Universitas Terbuka

C. Tes sumatif, evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh data atau keterangan untuk memperoleh data atau keterangan sampai tingkat penguasaan atau pencapaian belajar siswa terhadap mata pelajaran yang dipelajarinya dalam kurun waktu tertentu. Fungsi dan tujuannya adalah untuk menentukan apakah mahasiswa dapat dinyatakan lulus atau gagal dengan gelar yang diraihnya. Yang dimaksud dengan lulus atau tidak lulus disini dapat berarti: siswa tidak dapat melanjutkan ke modul berikutnya, siswa tidak dapat mengikuti pelajaran pada semester berikutnya, siswa tidak dapat naik kelas, dan siswa tidak dapat lulus/lulus dari sekolah yang relevan.

Sejalan dengan itu, Zaenal Arifin (2009:20) mengemukakan bahwa untuk mengukur keberhasilan belajar siswa dapat digunakan tes prestasi belajar yang diklasifikasikan menjadi dua yaitu: (1) tes formatif yaitu penilaian yang digunakan untuk mengukur satu atau hal-hal yang lebih spesifik. mata pelajaran dan bertujuan untuk mendapatkan gambaran daya serap siswa terhadap materi pelajaran, dan (2) tes sumatif, yaitu tes yang diadakan untuk menilai daya serap siswa terhadap materi dasar yang telah ditempuh selama satu semester, satu atau dua semester akademik. diajarkan, diukur. bertahun-tahun. adalah untuk menentukan tingkat atau taraf keberhasilan belajar siswa dalam satu periode pembelajaran tertentu.

Mengukur keberhasilan belajar menggunakan tes prestasi belajar hanya dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan teoritis. Sedangkan menurut Zaenal Arifin (2009:152), aspek keterampilan diukur dengan bantuan tes tindakan, perubahan sikap dan perkembangan psikologi mahasiswa juga diukur dengan teknik non tes.

Lebih lanjut Zaenal Arifin (2009:152) mengatakan bahwa teknik nontes dapat diterapkan dalam beberapa cara, antara lain: (1) observasi, yaitu suatu proses pengamatan dan pencatatan berbagai fenomena secara sistematis, logis, objektif dan rasional, baik nyata. situasi atau dalam situasi buatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, (2) wawancara adalah bentuk instrumen evaluasi jenis nontes yang dilaksanakan melalui percakapan dan pertanyaan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan siswa, (3) skala sikap, yang merupakan bentuk -penilaian tes dilakukan oleh siswa memilih pernyataan positif dan negatif, (4) cheklist adalah daftar yang memuat mata pelajaran dan aspek yang harus dipenuhi, (5) rating scale adalah cheklist penilaian non tes dimana evaluator hanya dapat mencatat keberadaan atau tidak adanya variabel perilaku tertentu, sedangkan dalam m skala evaluasi untuk fenomena yang akan dievaluasi diurutkan pada tingkat yang telah ditentukan, (6) angket (kuesioner) adalah alat untuk mengumpulkan data atau informasi, opini, dan pemahaman dalam hubungan sebab akibat, ( 7) studi kasus (kasus). study) merupakan kajian mendalam dan menyeluruh terhadap siswa, kelas atau sekolah yang memiliki kasus khusus, (8) catatan santai (anecdotal record) adalah catatan singkat tentang peristiwa yang dialami siswa secara individu, (9) sosiometri merupakan prosedur untuk meringkas, mengatur, dan mengukur pendapat siswa sampai batas tertentu tentang penerimaan teman sebayanya dan hubungan di antara mereka, dan (10) inventaris kepribadian adalah alat penilaian non-tes yang sangat mirip dengan tes kepribadian, bedanya. adalah Inventarisasi Jawaban Siswa tidak menggunakan kriteria benar-salah, tetapi jawaban siswa dikatakan benar jika dia mengatakan benar.

READ  Ambil Paket Nelpon Telkomsel As

Pdf) Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Hasil Belajar Matematika Siswa Mts Iskandar Muda Batam

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan belajar siswa dapat dinilai dengan tiga cara, yaitu (1) tes untuk mengukur aspek kognitif, (2) tes tindakan untuk mengukur aspek keterampilan, dan (3) tidak tes. tes untuk mengukur perubahan sikap dan pertumbuhan siswa dalam psikologi.

Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. Masalah yang dihadapi adalah sejauh mana hasil belajar telah tercapai. Sehubungan dengan itu, Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006: 107) membagi tingkatan atau tingkatan keberhasilan belajar menjadi tiga macam yaitu: (1) khusus/maksimum yaitu.

Faktor yang mempengaruhi minat belajar, faktor yang mempengaruhi belajar, faktor yang mempengaruhi motivasi belajar pdf, faktor yang mempengaruhi kecepatan, faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran, faktor yang mempengaruhi keberhasilan wirausaha, faktor yang mempengaruhi hasil belajar, faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar, faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha, faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan, faktor yang mempengaruhi proses belajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *