Lompat ke konten
Home » Kabupaten Bau Bau Sulawesi Tenggara

Kabupaten Bau Bau Sulawesi Tenggara

  • oleh

Kabupaten Bau Bau Sulawesi Tenggara – Kota Baubau adalah sebuah kota di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Baubau didirikan pada tanggal 21 Juni 2001 sesuai UU No. 13 tahun 2001. Luas kota ini 295.072 km² dan jumlah penduduknya 167.519 jiwa (2018).

Berdasarkan Perda No. 02 Tahun 2010 tentang penetapan hari jadi kota Baubau dan perubahan ejaan Baubau, pada pasal 5 ayat 1 dan 2 disebutkan nama tertulis kota Baubau menjadi Baubau. , menurut ejaan lanjutan. Tirai itu juga menyebutkan bahwa hari jadi kota Baubau adalah 17 Oktober 1541. Tahun 1541 dipilih karena tahun ini merupakan tahun bersejarah di negeri seribu kekuatan ini. Hal itu ditandai dengan berubahnya pemerintahan Kerajaan Buton menjadi Kesultanan Buton yang diresmikan dengan pelantikan Lakilaponto sebagai Sultan Buton I bergelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifetul Khamis.

Kabupaten Bau Bau Sulawesi Tenggara

Baubau menduduki peringkat ke-8 kota terbesar di Sulawesi menurut jumlah penduduk tahun 2010 atau peringkat ke-2 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hotel Di Bau Bau

Hasil pendaftaran penduduk pada akhir tahun 2006 adalah 122.339 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat 57.027 penduduk laki-laki (46,61%) dan 65.312 penduduk perempuan (53,39%).

Menurut sensus tahun 2010, jumlah penduduk Kota Baubau sebanyak 137.118 jiwa, dengan kepadatan 1.113 jiwa per km², dengan laju pertumbuhan 2.975% per tahun.

Nilai lokal PDRB Kota Baubau berdasarkan harga berlaku tahun 2007 telah meningkat menjadi Rs. 1.254,49 milyar, sedangkan berdasarkan harga tetap sebesar Rp. 586,32 miliar rupiah.

Baubau pada mulanya merupakan tempat kedudukan Kerajaan Buton (Wolio) yang berdiri pada awal abad ke-15 (1401–1499). Buton mulai dikenal dalam sejarah Indonesia karena tercatat dalam naskah Nagarakretagama karya Prapanca pada tahun 1365 M ketika disebut Buton atau Butuni sebagai Tanah Keresian (Desa) atau tempat tinggal para resi yang berladang dengan lingga dan saluran airnya. berserakan. membangun dengan Raja bergelar Yang Mulia Mahaguru.

Wujudkan Sultra Bebas Odol, Kepala Bptd Wilayah Viii Sampaikan Sejumlah Langkah Persiapan

Rombongan pertama Mia Patamiana (empat orang) memimpin tanah Buton menjadi Kerajaan, yaitu Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo dan Sijawangkati yang menurut sumber lisan di Buton, akhirnya berasal dari Semenanjung Melayu. pada abad ke-13.

Masa-masa kejayaan Kerajaan Buton (Wolio) di Kesultanan Buton sejak berdirinya pada tahun 1332 hingga 1960 telah meninggalkan banyak warisan yang indah.

Saat ini masih dapat dijumpai berupa peninggalan sejarah dan budaya seperti manuskrip kuno yang terlestarikan pada garis Laode dan Waode di Pulau Buton, sedangkan manuskrip lainnya masih banyak dilestarikan pada masa penjajahan oleh Belanda yang dibawa ke Belanda. dan arkeologi seperti makam raja dan sultan. , benteng istana, gerbang lava, meriam kuno dan banyak lainnya. Saat ini sudah banyak kabupaten dan kota yang dibangun di wilayah bekas Kesultanan Buton ini, yaitu Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Selatan dan Kota Baubau. .

READ  Saham Yang Baik Untuk Investasi Jangka Panjang

Kota Baubau memiliki luas daratan 221,00 km², laut seluas 30 km² merupakan kawasan potensial untuk pengembangan sarana dan prasarana transportasi laut.

Baubau, Kabupaten, Kabupaten Konawe Gambar Png

Secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa antara 5,21° – 5,33° Lintang Selatan dan antara 122,30° – 122,47° Bujur Timur atau terletak di sebelah selatan tenggara provinsi Sulawesi.

Kota Baubau umumnya memiliki permukaan yang berbukit, kasar dan terjal. Di antara pegunungan dan lembah terdapat dataran yang merupakan daerah potensial untuk pengembangan sektor pertanian.

Ada juga sungai besar di kota Baubau, yang disebut sungai Baubau yang memisahkan Wolio dan Betoambari serta membelah ibu kota Baubau. Sungai secara umum berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi, irigasi dan kebutuhan rumah tangga.

Kota Baubau memiliki iklim monsun (Am) tropis dengan dua musim yang dipengaruhi oleh pergerakan angin muson, yaitu musim hujan dan musim kemarau dengan suhu berkisar antara 21°C hingga 33°C. Musim hujan berlangsung cukup lama yaitu pada bulan November dan Mei, pada bulan-bulan tersebut angin barat datang dari Asia dan terdapat banyak kabut air di Samudera Pasifik, musim kemarau terjadi pada bulan Juni hingga Oktober, pada bulan-bulan tersebut bulan angin timur bertiup. Ada lebih sedikit air daripada Australia.

Jelajah Wisata Bau Bau

Sekarang Walikota Dr. dr. SAYA. Tamrin, MH (2013-2018) dan Wakil Walikota Wa Ode Maasra Manarfa, S.Sos, MSi, dan kantor pusat pemerintahan di Kompleks Perkantoran Palagimata.

Susunan dan keanggotaan DPRD Kota Baubau pada tahun 2006 sebanyak 25 orang, Fraksi Golkar 5 orang, Fraksi Bintang Hiva 5 orang, Fraksi Konstitusi Rakyat 4 orang, Fraksi Partai Kemerdekaan Toro 6 orang, dan Fraksi Partai Kemerdekaan Toro 5 orang. dari Fraksi Partai Pembangunan Serikat.

Kota Baubau terdiri dari 8 kecamatan dan 43 kelurahan dengan luas wilayah 221,00 km² dan jumlah penduduk 154.487 jiwa (2017) dengan sebaran penduduk 699 jiwa/km².

Kabupaten Kota Baubau terdiri dari 40 desa/kelurahan. Tahun 2003 total ada 9 kelurahan dan 29 kelurahan, tahun 2004 menjadi 38 kelurahan, tahun 2005 tidak ada perubahan, tahun 2011 kembali menjadi 40 kelurahan.

READ  Salah Satu Media Lukis Aliran Pop Art Adalah

Smk Negeri 6 Baubau

Pembagian tingkat desa di Kota Baubau tidak mengalami perubahan dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2005, dengan jumlah 14 desa mandiri dan 24 desa mandiri. Di Kota Baubau, jumlah penduduk desa menurut jenis kelamin adalah 35 orang desa laki-laki dan 3 orang desa wanita.

Menurut hasil Sensus Penduduk (SP) tahun 1990, jumlah penduduk Kota Baubau adalah 77.224 jiwa dan setelah sepuluh tahun pada tahun 2000 mencapai 106.092 jiwa, sehingga laju pertumbuhan penduduk selama 10 tahun sebesar 3,23%. Angka pertumbuhan ini sangat tinggi karena dipicu oleh wabah baik dari Ambon maupun Timor Leste. Hasil pendaftaran penduduk pada akhir tahun 2006 adalah 122.339 jiwa. Jumlah tersebut meliputi 57.027 penduduk laki-laki (46,61%) dan 65.312 penduduk perempuan (53,39%).

Penduduk usia kerja Kota Baubau pada tahun 2005 sebanyak 95.880 jiwa, dimana 51.610 jiwa atau 53,83 persen merupakan angkatan kerja dan sisanya 44.270 jiwa atau 46,17 persen bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri dari 40 ribu 495 orang (78,46 persen) bekerja dan 11 ribu 115 orang (21,54 persen) mencari pekerjaan (pengangguran terbuka).

Pada tahun pelajaran 2002/2003 jumlah sekolah Taman Kanak-Kanak pada tahun pelajaran 2002/2003 meningkat dari 46 unit pada tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 54 dan jumlah guru pada tahun pelajaran 2002/2003 sebanyak 166 menjadi 230. /2006 tahun pelajaran, namun jumlah siswa meningkat dari 2291 orang pada tahun pelajaran 2002/2003 menjadi 2637 orang pada tahun pelajaran 2005/2006, yang meningkat sebesar 15,10 persen. Pada tahun pelajaran 2005/2006, rasio guru TK dengan TK sebanyak 4 orang, rasio PAUD dengan sekolah sebanyak 49 orang, dan rasio PAUD dengan guru sebanyak 11 orang.

Hal Unik Yang Membuat Kamu Ingin Ke Buton

Jumlah sekolah dasar pada tahun pelajaran 2002/2003 sampai dengan tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 64 buah, pada tahun pelajaran yang sama jumlah guru meningkat dari 846 orang menjadi 940 orang atau meningkat sebesar 11,11 persen. jumlah siswa pada tahun pelajaran 2002/2003 meningkat dari 17.127 pada tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 17.262 atau menurun sebesar 0,78 persen. Rasio guru dengan sekolah pada tahun pelajaran 2005/2006 adalah 15 guru di setiap sekolah, rasio siswa dengan sekolah adalah 268 dan rasio siswa dengan guru adalah 18.

Pada tahun ajaran 2002/2003, jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) meningkat dari 13 unit menjadi 19 unit pada tahun pelajaran 2005/2006 atau meningkat sebesar 46,15 persen. Pada tahun ajaran yang sama, jumlah guru meningkat dari 489 menjadi 570 atau 17,59 persen. Pada tahun 2002/2003, jumlah penduduk menurun dari 7436 orang menjadi 7234 orang. Pada tahun pelajaran 2005/2006 mengalami penurunan sebesar 2,72%. Rasio guru dengan sekolah pada tahun pelajaran 2005/2006 adalah 30 orang, rasio siswa dengan sekolah adalah 381, dan rasio siswa dengan guru adalah 13.

READ  Trik Dapat Gratis Ongkir Shopee

Pada tahun pelajaran 2002/2003 sampai dengan tahun pelajaran 2004/2005 jumlah SMA/SMA tidak mengalami perubahan yaitu 14 unit, namun pada tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 17 unit. Jumlah guru pada tahun pelajaran 2002/2003 sebanyak 607 orang, pada tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 733 orang meningkat sebesar 20,76 persen. Selain itu, jumlah mahasiswa mengalami penurunan dari 9.033 mahasiswa pada tahun ajaran 2002/2003 menjadi 8.697 mahasiswa pada tahun ajaran 2005/2006 atau sebesar 3,72%. Menurut rasio guru terhadap sekolah tahun 2005/2006 rata-rata adalah 43 orang dan rata-rata rasio siswa terhadap sekolah adalah 512 orang dan rasio siswa terhadap guru rata-rata adalah 12 orang.

1.406 dan semester yang sama 1.408 dan 249 mahasiswa. Sedangkan tenaga pengajar sebanyak 165 orang dan tenaga kependidikan sebanyak 33 orang. Universitas Islam Buton Nusantara memiliki 752 mahasiswa pada semester pertama dan 807 pada semester kedua, 51 tenaga pengajar dan 8 tenaga administrasi. Pada tahun 2005/2006, Universitas Muhammad memiliki 2318 mahasiswa pada semester genap dan 115 pengajar dan 14 tenaga administrasi pada semester genap. Sedangkan STAI memiliki 50 guru dan 15 tenaga administrasi pada tahun 2005/2006 dengan jumlah siswa 583 dan 742 orang per semester.

Serunya Berlari Sambil Berwisata Di Baubau

Pada tahun 2005 terdapat 2 rumah sakit (sekarang menjadi 3), 12 puskesmas, 17 puskesmas dan 9 puskesmas keliling. Informasi jumlah tenaga medis dan paramedis pada tahun 2005 yaitu jumlah Dokter Spesialis 12 orang, Dokter Umum 3 orang, Apoteker 5 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat 8 orang, Perawat 170 orang, Anestesiologi 4 orang dan Analis Laboratorium Kesehatan 6 orang.

Jumlah sarana ibadah pada tahun 2005

Kabupaten di sulawesi tenggara, kabupaten sulawesi tenggara, 27 kabupaten di sulawesi tenggara, bau bau sulawesi tenggara indonesia, peta bau bau sulawesi tenggara, pelabuhan bau bau sulawesi tenggara, jumlah kabupaten di sulawesi tenggara, bandara bau bau sulawesi tenggara, kota bau bau sulawesi tenggara, lowongan bau bau sulawesi tenggara, kabupaten muna sulawesi tenggara, sulawesi tenggara bau bau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *