Lompat ke konten
Home » Patah Tulang Terbuka Dan Tertutup

Patah Tulang Terbuka Dan Tertutup

  • oleh

Patah Tulang Terbuka Dan Tertutup – * Tekan tepat di atas luka dengan pembalut. Umumnya perdarahan akan berhenti dalam waktu ± 5 sampai 15 menit. Jika perdarahan tidak berhenti, tambahkan pembalut tanpa melepas pembalut sebelumnya.

5. Stabilkan bagian yang cedera secara manual sampai prosedur imobilisasi selesai, jangan menambah rasa sakit pasien.

Patah Tulang Terbuka Dan Tertutup

10. Untuk mengurangi nyeri pasien, dapat dipertimbangkan pemberian istirahat pada bagian luka, kompres dingin (pada luka tertutup) dan pemberian analgetik.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

12. Jika ditemukan keseleo, istirahatkan dan angkat area yang cedera. Berikan kompres dingin (maksimal 30 menit) setiap jam bila perlu. Tekan dan tahan.

10. Bila yang cedera adalah sendi, bidai sepanjang tulang yang mengapit tulang yang patah, bidai juga sendi distal.

18. Jangan menghabiskan terlalu banyak. Penggunaan papan tulang belakang atau belat tubuh akan sangat membantu dalam menghindari banyak belat dan durasi pada pasien

*Komplikasi yang dapat terjadi adalah fraktur yang merobek lapisan pleura sehingga paru-paru bocor dan terjadi pneumotoraks, hemotoraks, atau kombinasi keduanya.

Penatalaksanaan Fraktur Radius Distal

* Flail Chest: Fraktur tulang rusuk majemuk terjadi ketika satu atau lebih tulang rusuk patah menjadi tiga bagian atau lebih.

*Dinding dada tidak mengembang dengan baik saat bernapas, bahkan terjadi gerakan paradoks (ada bagian dada yang bergerak berlawanan arah)

* Tempatkan pasien pada posisi yang dianggap paling nyaman, menawarkan ruang dada maksimum tergantung situasinya.

Tentang dill sambodo Jadi Damai ◄ Jadilah orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain • Jika belum bisa, setidaknya berusahalah untuk tidak merugikan orang lain ►1 MODUL PENDAFTARAN KLINIK BEDAH Sub Tema Mata Pelajaran: Trauma Muskuloskeletal: Fraktur dan Dislokasi Tujuan Pembelajaran I Kognitif 1. Menjelaskan klasifikasi dasar fraktur dan dislokasi 2. Menjelaskan gambaran klinis fraktur dan dislokasi 3. Menjelaskan penyembuhan fraktur dan dislokasi 4. Mendeskripsikan penatalaksanaan fraktur dan dislokasi II. Psikomotor 1. Dapat melakukan pemeriksaan fisik pada pasien patah tulang dan dislokasi 2. Dapat melakukan rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter bedah III. Sikap 1. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga dan pasien 2. Berikan persetujuan kepada pasien dengan fraktur dan dislokasi PENDAHULUAN Meningkatnya jumlah cedera pada sistem muskuloskeletal meliputi fraktur, dislokasi dan dislokasi cedera jaringan lunak akibat kecelakaan lalu lintas, konstruksi bangunan dan kecelakaan industri dan rumah tangga serta olahraga. Masalah ini membutuhkan manajemen yang sempurna untuk meminimalkan jumlah cacat. Trauma pada sistem muskuloskeletal selain menyebabkan patah tulang juga dapat merusak jaringan lunak berupa luka, kerusakan otot, ligamen dan kapsul sendi. Trauma tulang menyebabkan patah tulang. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan artikular dan epifisis pada anak-anak. Lesi tulang ini biasanya disertai kerusakan jaringan lunak dan pembuluh darah, terkadang menyebabkan kerusakan saraf. Tanda klasik dari fraktur adalah: 1. Riwayat trauma 2. Nyeri 3. Bengkak 4. Deformitas 5. Nyeri lokal dan aksial 6. Kresek 7. Lepas fungsi Jika terdapat tanda-tanda tersebut di atas, fraktur dapat didiagnosis secara klinis tanda gambar dengan CARDINAL SIGN adalah nyeri pada sumbu. 1

READ  How To Make Your Instagram Feed Look Good

Patah Tulang (fraktur)

2 KLASIFIKASI FRAKTUR 1. Berdasarkan terjadinya trauma, trauma langsung (direct) dan trauma tidak langsung (indirect). Trauma langsung ditandai dengan terjadinya fraktur pada lokasi trauma, kerusakan jaringan lunak, dan biasanya berupa garis fraktur melintang atau kominutif, sedangkan trauma tidak langsung menyebabkan fraktur di luar lokasi trauma, sedangkan lesi jaringan lunak bervariasi. 2. Berdasarkan besarnya kerusakan: a. Fraktur sederhana (fraktur sederhana), bila tulang terbelah menjadi 2 fragmen. B Fraktur kominutif, bila tulang terbelah menjadi lebih dari 2 fragmen. 3. Tergantung pada bentuk garis fraktur akibat trauma, fraktur dibagi menjadi: Kompresi Melintang Lengkap atau Tidak Lengkap, Oblik, Segmental dan Spiral Pada anak-anak, karena tulangnya masih lentur, dapat terjadi fraktur tidak lengkap, yang disebut fraktur GREEN STICK atau fraktur plastis. Seringkali pada anak-anak terjadi fraktur lempeng pertumbuhan epifisis yang disebut : Fraktur epifisis 2

3 Hubungan antara tulang dan jaringan lunaknya dapat dibagi menjadi fraktur tertutup dan fraktur terbuka. HUBUNGAN JARINGAN LUNAK – TUTUP – BUKA BENANG kulit utuh O2 Displacement atau tergesernya fragmen fraktur terjadi sebagai akibat dari : Resistensi terhadap trauma Keparahan Ketarikan otot Sedangkan displacement atau perpindahan diatas menimbulkan istilah dalam penatalaksanaan fraktur berupa kesejajaran ( penjajaran) 3

4 Rotasi (torsi) Discordance (perubahan panjang tungkai) PENYEMBUHAN FRAKTUR Penyembuhan fraktur dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1. Kerusakan jaringan dan hematoma 2. Inflamasi dan pembentukan sel 3. Pembentukan kalus 4. Jaringan parut 5. Remodeling 4

5 Penyembuhan Fraktur (tahapan) 3. Pembentukan Kalus 4. Penyembuhan Penyembuhan Fraktur (tahapan) 5. Remodeling – Selama periode bulan hingga tahun – Remodeling tulang, melalui proses resorpsi dan pembentukan tulang yang berkelanjutan Tujuan akhir dari perawatan fraktur adalah UNION , yang artinya : Perbaikan belum sempurna Sakit masih Menekuk sangat sakit Garis fraktur masih terlihat Masih perlu perlindungan Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penyatuan ini bervariasi antara tungkai atas dan bawah, jenis tulang, usia, KU, fraktur tertutup atau terbuka. Apa itu KONSOLIDASI? artinya : Perbaikan sempurna Tidak sakit Garis fraktur hilang Tidak ada perlindungan Ada kalanya penyatuan tidak tercapai, DELAYED UNION terjadi bila terjadi keterlambatan sambungan melebihi waktu yang telah ditentukan . Jika tidak ada koneksi lebih dari 6 bulan, maka disebut NON UNION. 5

READ  What Is Blog Hosting

Dislokasi Bahu: Gejala Dan Cara Mengatasinya

6 Hal ini disebabkan oleh: 1. INTERPOSISI dan DISTRAKSI 2. IMMOBILISASI YANG MEMADAI 3. Jaringan lunak yang tidak dapat hidup 4. Sirkulasi darah yang tidak memadai 5. INFEKSI Ditemukan pada lokasi fraktur sebagai sendi prostetik yang disebut pseudoarthrosis. disfungsi, nyeri, memar, bengkak, dan kelainan bentuk diduga untuk patah tulang. Jangan lupakan cedera di tempat lain, seperti cedera kepala, cedera dada, cedera perut, dan patah tulang di tempat lain. Jangan lupakan pemeriksaan fisik saluran napas (A), pernapasan (B), sirkulasi (C), serta faktor predisposisi lain seperti metastasis infeksi tulang dan penyakit Paget. Inspeksi di tempat harus sistematis. 1. Pemeriksaan lokasi cedera dengan cermat 2. Pemeriksaan kerusakan arteri dan saraf 3. Penilaian cedera muskuloskeletal lainnya 4. Penilaian cedera pada bagian tubuh lainnya. Tanda-tanda lokal yang lebih spesifik adalah: GERAKAN ABNORMAL artinya tempat yang bergerak bukanlah sendi, tetapi tempat patah tulang. PEMERIKSAAN RADIOLOGI 1. Radiografi Untuk menentukan lokasi dan konfigurasi fraktur diperlukan pemeriksaan ini, ingat RULE OF TWO: a. DUA VISI b. DUA GABUNGAN c. DUA ANGGOTA d. DUA CEDERA e. DUA KESEMPATAN 2. PEMERIKSAAN KHUSUS Terkadang diperlukan pada waktu-waktu tertentu, seperti: TOMOGRAFI 6

7 Dilakukan pada fraktur vertebra dan CT kondilus tibialis Untuk melihat kompresi medula spinalis pada fraktur vertebra Radioisotop Jika diduga terjadi fraktur stres dan fraktur non-displaced. Pemeriksaan sinar-X sederhana sudah cukup untuk diagnosis dan prognosis fraktur. Garis fraktur transversal umumnya penyatuan lambat dan kompresi stabil, garis fraktur spiral penyatuan cepat dan kompresi tidak stabil. Mempertimbangkan bahwa garis fraktur kominutif lambat untuk berkonsolidasi dan tidak stabil, perpindahan fragmen fraktur dapat dinilai dengan temuan radiografi. MANAJEMEN Prinsip penatalaksanaan fraktur menurut Robert Bruce Salter : 1. Tidak membahayakan 2. Berdasarkan diagnosis dan prognosis yang akurat 3. Memilih pengobatan dengan tujuan tertentu 4. Bekerja sama dengan hukum alam 5. Perawatannya realistis dan praktis 6. Memilih penanganan dengan pertimbangan individu Penanganan awal Fraktur selalu menggunakan prinsip ATLS (Advanced Trauma Life Support) yang berarti SELAMATKAN JIWA PASIEN, maka fraktur akan ditangani. Menghindari trauma yang tersembunyi, fatal, sistematis, tegas, tanda jejak, keluhan dan anamnesis, serta kerjasama yang terintegrasi. Advanced Trauma Life Support (ATLS) terdiri dari dua langkah, yaitu: INVESTIGASI UTAMA A: Airway control + C column B: Respiration + Ventilatory support C: Circulation + Bleeding control D: Handicap Neurological assessment untuk menilai tingkat kesadaran cukup dengan metode AVPU A: waspada (sadar) V: respon suara P: respon nyeri U: tidak ada respon (tidak ada respon) E: paparan + lingkungan PEMERIKSAAN SEKUNDER Setelah kondisi umum stabil, perawatan fraktur akan dimulai . Ancaman yang mengancam kehidupan berupa: 7

READ  16 Tenses Bahasa Inggris Dan Contohnya

8 Pneumotoraks Hipertensi Pneumotoraks terbuka Dada tidak stabil Hemotoraks besar Tamponade jantung Comotio cordis Salah satu hal yang paling sering diabaikan atau terlewatkan pada pemeriksaan adalah: TRAUMA PELVIS, bahkan setelah resusitasi, masih syok, curigai keadaan ini dan lakukan TES KOMPRESI dan dekompresi panggul uji. Akibat trauma pada area ini, perdarahan bisa mencapai 2-3 liter. Dasar pengobatannya adalah 4R RECOGNITION, yang artinya diagnosisnya adalah REDUCTION/REPLACEMENT: posisi fragmen fraktur dipindahkan ke posisi sejajar. RETENSI berarti tindakan penjepitan untuk mempertahankan posisi REHABILITASI berarti pemulihan fungsi ekstremitas FRAKTUR TERTUTUP Pada kasus fraktur tertutup, tindakannya adalah reposisi tertutup dengan anestesi dan fiksasi/imobilisasi berupa traksi dan gips. Operasi baru dilakukan setelah kegagalan reposisi tertutup. FRAKTUR TERBUKA Terdapat 3 hal yang merupakan kedaruratan trauma ortopedi yang memerlukan tindakan segera, yaitu: 1. Fraktur terbuka 2. Fraktur tertutup dengan gangguan neurovaskular 3. Dislokasi Klasifikasi fraktur terbuka menurut Gustillo dan Anderson Grade I: Luka bersih 1 cm dengan kerusakan jaringan lunak minimal Grade III: luka dengan kerusakan jaringan lunak yang luas, avulsi, trauma pada otot dan saraf bagian Gustillo menjadi 3 8

9 Grade IIIA: Luka dengan kerusakan jaringan lunak yang luas tetapi cakupan tulang memadai Grade IIIB: Luka dengan kerusakan jaringan lunak yang luas dengan cakupan tulang yang tidak adekuat (tulang terbuka), devaskularisasi tulang, kontaminasi luka yang luas, biasanya memerlukan pencangkokan bulu atau bulu

Bab I Tinjauan Pustaka

Pengertian ideologi terbuka dan tertutup, perbedaan patah tulang terbuka dan tertutup, kuesioner terbuka dan tertutup, glaukoma sudut tertutup dan terbuka, contoh suku kata terbuka dan tertutup, suku kata terbuka dan tertutup, perbedaan ideologi terbuka dan tertutup beserta contohnya, patah tulang tertutup, penanganan patah tulang tertutup, pertolongan pertama pada patah tulang terbuka, contoh tumbuhan biji terbuka dan tertutup, rangkaian listrik terbuka dan tertutup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *