Lompat ke konten
Home » Qur An Surah Al Kahfi

Qur An Surah Al Kahfi

  • oleh

Qur An Surah Al Kahfi – Selamat Hari Jum’at Wahai Umat Nabi Muhammad SAW. Di Jum’at Berkah ini kita bisa melakukan beberapa amalan, salah satunya berdoa kepada Allah memohon Cahaya dan Kecerahan, karena hari Jum’at adalah waktu yang baik dan efektif untuk berdoa.

Doa yang terkandung dalam Alquran adalah salah satu doa yang paling efektif. Salah satunya doa ini terdapat dalam surah Al-Kaf ayat 10. Maknanya saja sudah mengesankan. Bagaimana kita meminta bimbingan dan belas kasihan langsung dari Sang Pencipta dalam tindakan / urusan kita. Jadi setiap jengkal langkah dan keputusan yang kita buat sesuai dengan kehendak Tuhan adalah yang terbaik dari-Nya.

Qur An Surah Al Kahfi

Saat saya berdoa kepada wali PP. Sunan Pandaranan, dia adalah KH. Mu’tashimbilla mengatakan bahwa seorang pencari ilmu harus memiliki amalan yang istiqomah untuk dilakukan, minimal dengan membaca doa. Bacalah setiap baada rovatib doa minimal 3 kali. (Kurang lebih insya Allah edisinya seperti ini).

Misteri Tinta Merah Dalam Al Qur’an Surat Al Kahfi| Schmu.id

“Ya Tuhan kami. Berilah kami rahmat-Mu dan sempurnakan kami dalam pelaksanaan langsung urusan kami. (

Bahkan di sela-sela pelajaran Aba Yassin (salah seorang guru sesepuh) di pondok pesantren Al Hikma, beliau akan menyampaikan makna doa ini.

Bahwa pahala bagi orang yang membaca Surah Al-Kahfi pada malam Jum’at atau sore hari akan tercerahkan (tercerahkan). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang membentang dari bawah kaki ke surga. Dan ini menunjukkan jarak yang sangat jauh dari cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Pada suatu hari ketika kamu melihat laki-laki dan perempuan yang beriman dan cahaya mereka bersinar di depan mereka dan di sebelah kanan mereka.”

Ayat Terakhir Surat Al Kahfi Zain Abu Kautsar

Jawaban kedua bagi orang yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum’at adalah mengampuni dosa di antara dua Jum’at. Dan mungkin itulah tujuan penerangan di antara dua balita. Karena Nurr (cahaya) ketaatan akan menghilangkan kegelapan maksiat sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Manfaat lain dari surat Al-Kahfi sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah untuk mengusir fitnah Dajjal. Hal ini dilakukan dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari Surat Al-Kaf. Beberapa hadis menjelaskan sepuluh ayat pertama, yang lainnya menjelaskan sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits yang agak panjang al-Nawas bin Saman di mana Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan:

“Maka barangsiapa di antara kamu yang menemukannya (menemukan waktu Dajjal) hendaknya membacakan ayat-ayat pembuka Surat al-Qaf di atasnya.”

READ  Tutorial Edit Foto Di Photoshop

Keutamaan Menghafal 10 Ayat Pertama Dan Terakhir Surah Al Kahfi

Kata Imam Muslim, kata Syu’bah dalam Sahih Muslim, Kitab Salah al-Mufassirin, bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aya al-Kursus: 6/92-93,

Imam Nawawi berkata: “Sebabnya di awal surat al-Kahfi itu ada/mengandung mukjizat dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang berpikir tidak akan tertipu oleh fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah: “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pemuda yang bersamanya: “Aku tidak akan berhenti (pergi) sampai aku mencapai pertemuan dua lautan; atau saya akan berjalan selama bertahun-tahun. (QS. 18:61) Maka ketika mereka melanjutkan perjalanan, Musa berkata kepada pemuda yang bersamanya, “Bawalah makanan kami ke sini, karena kami lelah karena perjalanan” (QS. 18:62). dia menjawab, “Kamu tahu, ketika kami berlindung di sebuah batu, lalu aku benar-benar lupa (memberi tahu) tentang ikan itu, dan tidak ada yang lupa memberitahuku kecuali setan, dan ikan itu pergi ke laut dengan cara yang sangat aneh. jalan” (QS. 18:63). Musa berkata: Inilah (tempat) yang kami cari. Kemudian mereka berdua berbalik, mengikuti jejak aslinya. (Quran 18:64) Kemudian mereka bertemu dengan seorang hamba dari antara hamba-hamba Kami, yang kepadanya Kami beri rahmat dan kepadanya Kami ajarkan ilmu dari Kami. (ZP 18:65)

Karena perkataan Musa as. kepada pemuda yang bersamanya, yaitu Yusya bin Nun, dia menceritakan bahwa (dia) seorang hamba Allah di pertemuan dua lautan, dia memiliki ilmu yang tidak dikuasai Musa. Karena itu, Musa tertarik untuk pergi ke sana. Dan dia berkata kepada pemuda itu: laa abrahu (“Aku tidak akan berhenti”, yang artinya aku akan terus berjalan, hattaa ablugha majma-‘al bahraini (“Sebelum aku mencapai pertemuan dua lautan”), yang artinya itu tempat pertemuan dua lautan).

Qatada dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Kedua laut ini adalah Laut Persia, yang dekat Masiriq, dan Laut Romawi, yang dekat Maghreb.” Muhammad bin Ka’b al-Quraji berkata: “Pertemuan dua lautan terjadi di Tanjah, di tepi Maroko. Allah a’lam.

Al Kahfi Al Mulk As Sajadah Plus Dzikir Pagi Petang

Kata-katanya: au amdliya hukuban (“Atau aku akan berjalan bertahun-tahun”), yaitu, meskipun aku harus berjalan bertahun-tahun. Ibnu Jarir mengatakan bahwa beberapa ahli bahasa Arab mengatakan bahwa menurut bahasa Qais, kata hukub berarti satu tahun. Dan diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr bahwa dia pernah berkata: Huqub berarti delapan puluh tahun.

Kata-katanya adalah: fa lammaa balaghaa majma’a bainiHimaa nasiyaa huuta Humaa (“Maka ketika mereka sampai di pertemuan dua lautan, mereka mengabaikan ikan”). Ini terjadi karena Musa diperintahkan untuk membawa ikan asin. Dan dia diberitahu, “Jika kamu kehilangan seekor ikan, ada juga yang tahu.”

READ  Jualan Online Tanpa Modal Untuk Pelajar

Kemudian mereka berdua berjalan hingga akhirnya sampai di titik pertemuan dua lautan. Dan ada sumber yang disebut sumber kehidupan. Kemudian mereka berdua tidur disana, lalu ikan disiram air, dan terakhir ikan dipindahkan yang ditumpuk bersama Yusei saat itu. Kemudian ikan itu melompat dan masuk ke laut. Jadi Yusia terbangun saat ikan itu melompat ke laut. Kemudian ikan itu jatuh ke air. Air menjadi seperti roda yang tidak menyambung di belakang ikan.

Itulah sebabnya Allah Ta’ala berfirman: fat takhadza sabiilaHuu fil bahri saraban (“Lalu ikan itu jatuh ke laut”). Artinya, itu seperti fatamorgana di bumi. Ibn Jurayj menceritakan bahwa Ibn Abbas berkata, “Jejak kaki itu seolah-olah telah berubah menjadi batu.”

Tema Tema Surah Al Kahfi

Al-‘Aufi melaporkan dari Ibn ‘Abbas: “Ikan tidak menyentuh apa pun di laut, tetapi mengering dan berubah menjadi batu.” Muhammad bin Ishaq menceritakan ini atas otoritas Ibnu Abbas, atas kewenangan Ubay bin Ka’b, dia bercerita, dia melihat Rasulullah. Ia pernah berkata, ketika diingatkan akan peristiwa tersebut, “Sejak manusia ada, air tidak pernah dilubangi kecuali sebagai tempat ikan berjalan-jalan. Air pecah seperti lubang, jadi Musa menoleh ke sana dan melihat jalur ikan. Kemudian Musa berkata, “Inilah tempat yang kita cari.”

Qatada berkata, “Bayangan air itu berasal dari laut, sehingga menyebar ke arah laut.” Kemudian Musa pergi ke sana, jadi dia tidak pergi ke sana, tetapi airnya membeku.

Sabdanya: fa lammaa jaawazaa (“Setelah itu, ketika mereka melanjutkan”, artinya tempat keduanya melupakan ikan. Keduanya dianggap lupa, meskipun Yusya yang lupa. Hal ini seperti firman Allah Ta’al: “Dari keduanya keluar mutiara dan karang” (QS. Ar-Rahman: 22).

Menurut salah satu dari dua pendapat, itu sebenarnya keluar dari air asin. Ketika keduanya telah meninggalkan tempat di mana keduanya telah melupakan ikan itu, maka Musa: qaala (“Dia berkata”) kepada pemuda itu: aatinaa ghadaa-anaa laqad laqiinaa min safarinaa Haadzaa (“Bawa makanan kita ke sini, sebenarnya karena perjalanan kita. “) Yaitu jalan yang mereka tempuh bersama; nashaban (“Kami sudah lelah”) Artinya lelah.

Al Kahf 21 27, Noble Qur’an (juz 15, Halaman 296)

Pemuda itu menjawab: a ra-aita idz awainaa ilash shakh-rati fa ininii nasiitul huuta wa maa ansaniiHi illasy shaithaanu an adzkuraHu (“Kau tahu, ketika kami mencari tempat berlindung di batu, aku benar-benar lupa [untuk mengatakan] tentang ikan dan tidak ada yang membuatku lupa mengatakannya, kecuali setan.”)

READ  What Is A Website Hosting Service

Qatada berkata, “Ibn Mas’ud membaca: adzkurakaHu (“mengingatkanmu tentang ini”).” Jadi Yusya” berkata: wat tahidza sabiilaHuu (“Dan ikan itu pergi”, yaitu di dalam air; fil bahri ‘ajaban qaala dzaalika maa kunnaa nabghi (“Ke laut dengan cara yang sangat aneh. Musa berkata:” Ini adalah tempat yang kami cari ».”) Ini adalah tempat yang kami cari.

Far taddaa ‘alaa aatsaariHimaa qashashan (“Kemudian keduanya pergi lagi”), yaitu mereka mengingat jejak perjalanan mereka dan mengulangi jalan tersebut.

Fa wajada ‘abdam min ‘ibaadinaa aatainaaHu Rahmatam min ‘indinaa wa ‘allamnaaHu mil ladunnaa ‘ilman (“Sampai mereka bertemu dengan hamba-hamba Kami, yang telah Kami beri rahmat dari Kami dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari Kami”). adalah Khidir sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits shahih Nabi.

Bacaan Surat Al Kahfi Ayat 1 10 Dan Keutamaan Membaca Di Hari Jumat

Imam al-Bukhari meriwayatkan, al-Humayyd mengatakan kepada kami, atas nama Sufyan, atas nama Amr bin Dinar, atas nama Saeed bin Jubair, dia mengatakan kepada saya, saya pernah mengatakan kepada Ibn ‘Abbas bahwa Nawf al-Bikali mengatakan bahwa Musa adalah seorang sahabat Hidzir, dan bukan Musa sahabat Bani Israil. Jadi Ibn Abbas berkata: “Musuh Allah berbohong.” Ubayy ibn Ka’b pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya ketika Musa berdiri dan memberikan ceramah kepada Bani Israel, kemudian dia ditanya: ‘Siapa orang yang paling berilmu? Dia menjawab, “Saya.” Allah kemudian mengungkapkan kepadanya: “Sesungguhnya, aku memiliki seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan yang lebih kompeten darimu.” Musa berkata, “Tuhanku, bagaimana saya bisa bertemu dengannya?” Dia berkata, “Pergilah dengan ikan itu dan masukkan ke dalam perbendaharaan. Di mana tidak ada ikan, di situ ada Khidhir.” Maka Musa mengambil ikan itu dan memasukkannya ke dalam perbendaharaan. Kemudian dia pergi dengan seorang pemuda bernama Yuxia bin Nun. Ketika keduanya mendekati batu itu, keduanya menundukkan kepala dan tertidur. Ikan itu mati di tempat

Qur an surah al baqarah, surah al qur an, al qur an arabic, qur an surat al kahfi, qur an surah, surat al qur an, qur an surah al waqiah, murotal al qur an, qur an surah al mulk, qur an surah yusuf, mp3 surah al qur an, download surah al qur an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *